Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Now I Know What A Depression Is

Mendengar diagnosa depresi, seperti terhantam badai, meskipun Damien udah berjuta kali mengingatkan gue. Beberapa gejala yang menurut dia merujuk ke depresi, dia temuin ada di diri gue ketika ngobrol via video call atau whatsapp phone call. Tidak Fokus Gue mulai sedikit bercerita dan mulai suka gak fokus ketika kontak dengan Damien. Emang sih, ketika lagi phone call, gue kadang diem dan malah liat-liat bullshit di internet, bukannya nanggepin doi ngomong. Selalu Merasa Gak Enak Badan dan Lelah Ketika gue video call, dia menangkap sinyal bahwa gue cenderung sedih dan murung dibandingin tahun lalu. Mungkin gak keliatan buat gue, atau bagi gue itu wajar karena gue sering ngerasa mual, pusing, capek, gak bertenaga. Gue anggap itu bukan kesedihan, tapi rasa nggak enak di badan. Hampir tiap hari gue mengawali hari dengan mual dan rasa penuh di kerongkongan. Mau muntah juga gak ada yang dikeluarin. Kepala pusing juga jadi langganan, paracetamol 500mg ibaratnya udah nggak ...

Say Hello Again to Bronchitis

Hari-hari gue di tahun 2017 bisa dibilang aneh. Setiap pagi morningsick dengan mual hebat dan penuh dengan sesuatu di pangkal kerongkongan saat bangun tidur. Kalau malam, gue sering banget kebangun, bahkan bisa dikatakan hampir tiap jam. Gue tidur, tapi kalau setiap jam kebangun, pagi harinya cuman ada capek dan capek. Sebulan setelah menikah, gue bisa dibilang sehat. Yah, gue melupakan rasa mual dan lelah berkepanjangan gue setiap hari dan menganggap gue itu sehat. Rangkaian beban di badan gak gue anggap karena gue udah terbiasa dengan sensasi GERD seperti sakit dada, sesak, mual, pusing, sakit ulu hati. Pada saat itu gue sempet ngerasa jangan-jangan gue hamil, karena gue mual terus tiap hari dan badan gue rasanya capek terus. Gampang capek, telat mens, mual, apa lagi yang anda pikirkan kalo bukan hamil ? But God says no, gue tes terus dan hasilnya selalu negatif. Sempet kecewa karena sempet berharap sih. Awal mei 2017, ketika gue pulang malem dari kantor jam 10, ...

My Period is Like a Mess

Bulan Januari sampai Maret 2017 itu sangat mengerikan buat gue. Gue mengalami kekacauan siklus haid. Bulan Januari, gue dapet tanggal 29. Mengingat siklus haid gue biasanya 30-34 hari, maka sewajarnya gue mens lagi tanggal 3 Maret alias telat 2 hari dari tanggal sebelumnya. Nalun apa yang terjadi pada bulan Februari ? Gue tiba-tiba mens tanggal 15 Februari. Siklus gue cuman 17 hari. Memang darah yang keluar tidak sebanyak haid biasanya, tapi tentu saja bikin gue panik. Gue sampe nanya sobat gue, rahma apakah dia pernah ngalamin kayak gue atau engga. Tapi doi nggak pernah. So, gue jadi panik. Berbagai penyakit mematikan seperti kanker serviks, kanker ovarium, kista, kanker otak (karena mens juga diatur oleh kelenjar hipotalamus di otak belakang) merasuk dipikiran gue.* Gue pun konsultasi ke dokter klinik kantor. Doi bilang sih, asalkan darah nggak banyak dan berkepanjangan, mungkin hanya gangguan hormon. Pemicunya bisa dari stress. Allright, stress lagi ? Bulan...