My Period is Like a Mess
Bulan Januari sampai Maret
2017 itu sangat mengerikan buat gue. Gue mengalami kekacauan siklus haid. Bulan
Januari, gue dapet tanggal 29. Mengingat siklus haid gue biasanya 30-34 hari,
maka sewajarnya gue mens lagi tanggal 3 Maret alias telat 2 hari dari tanggal
sebelumnya. Nalun apa yang terjadi pada bulan Februari ? Gue tiba-tiba
mens tanggal 15 Februari. Siklus gue cuman 17 hari.
Memang darah yang keluar
tidak sebanyak haid biasanya, tapi tentu saja bikin gue panik. Gue sampe nanya
sobat gue, rahma apakah dia pernah ngalamin kayak gue atau engga. Tapi doi
nggak pernah. So, gue jadi panik. Berbagai penyakit mematikan seperti kanker
serviks, kanker ovarium, kista, kanker otak (karena mens juga diatur oleh
kelenjar hipotalamus di otak belakang) merasuk dipikiran gue.*
Gue pun konsultasi ke
dokter klinik kantor. Doi bilang sih, asalkan darah nggak banyak dan
berkepanjangan, mungkin hanya gangguan hormon. Pemicunya bisa dari stress.
Allright, stress lagi ?
Bulan Maret, gue dapet
haid di tanggal 9 Maret, alias dengan siklus hanya 22 hari. Gue masih agak lega
karena masih masuk di siklus normal cewek, yaitu 21-35 hari. Terlebih lagi, gue
dihibur sama Damien kalo itu hanya karena gue sakit typus, jadi tubuh gue « protes ».
Bulan April, setelah
nikah, gue telat 5 hari. Ini salah satu yang membuat gue berpikiran gue hamil
saat itu. Karena gue nikah tanggal 25 Maret yang bertepatan dengan masa subur.
Wajarlah kalo hamil kan. But not now. Dan sepertinya, stress dan hormon lagi
yang berperan dalam period gue.
Komentar
Posting Komentar